Materi Kelas XI

PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MASYARAKAT, PEMERINTAHAN DAN KEBUDAYAAN PADA MASA KOLONIAL EROPA

 Standar  Kompetensi

5.  Memahamai perkembangan masyarakat sejak masa Hindu – Budha sampai masa kolonial Eropa.

 Kompetensi Dasar

5.2.Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa kolonial Eropa.

 Indikator

  1. Menguraikan proses masuknya bangsa – bangsa Eropa ke Indonesia.
  2. Mengidentifikasi cara – cara yang digunakan oleh bangsa Eropa untuk mencapai tujuan.
  3. Mengidentifikasi reaksi rakyat Indonesia terhadap bangsa Eropa.
  4. Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa kolonial Eropa.

 Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat :

  1. Menjelaskan proses masuknya bangsa – bangsa Eropa ke Indonesia.
  2. Menjelaskan cara – cara yang digunakan oleh bangsa Eropa untuk mencapai tujuan.
  3. Menjelaskan reaksi rakyat Indonesia terhadap bangsa Eropa.
  4. Menjelaskan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa kolonial Eropa.

Materi Pembelajaran

  1. Proses masuknya bangsa – bangsa Eropa ke Indonesia.
  2. Cara – cara yang digunakan oleh bangsa Eropa untuk mencapai tujuan.
  3. Reaksi rakyat Indonesia terhadap bangsa Eropa.
  4. Perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa kolonial Eropa.

Pada pertemuan ke 4  membahas materi pembelajaran sebagai berikut :

  1. Proses masuknya bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia.
  2. Cara-cara yang digunakan oleh bangsa Eropa untuk mencapai tujuan.

URAIAN MATERI PEMBELAJARAN

Pada pertemuan kali ini diharapkan siswa dapat menyimak dan memahami uraian materi dibawah ini dengan baik dan benar !

  1. 1.    Proses masuknya bangsa-bangsa Eropa kei Indonesia.

 

Sekitar tahun 1500 masehi akifitas perdagangan antar negara mulai berkembang menjadi hubungan dagangan internasional antara Eropa, Asia Barat, Asia Selatan, Asia Tenggagara dan Asia Timur. Aktifitas tersebut semakin tambah ramai setelah dibukanya jalur pelayaran yang menghubungkan Eropa, Asia Barat, Asia Selatan, Asia Tenggagara dan Asia Timur.  Dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan tersebut, selain terjadi hubungan dagang antar negara, masuk pula pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing terutama dari Eropa ke negara-negara Asia, khususnya Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Indonesia mempunyai peranan penting, yaitu sebagai penyedia barang-barang dagangan seperti rempah-rempah, beras, tembakau, kayu, emas, timas, tembaga dan sebagainya. Juga memiliki posisi yang strategis yaitu berada ditengah-tengah jalur pelayaran dan perdagangan dunia. Serta didukung oleh keberadaan selat Malaka yang menjadi pintu masuk bagi pedagang-pedagang asing ke Indonesia. Selain itu penduduk Indonesia sangat padak, maka sangat baik sebagai tempat pemasaran bagi para pedagangan-pedagang asing.

Berkembangnnya hubungan dagang internasional melalui jalur laut pada jaman kuno, karena dipengaruhi oleh empat faktor sebagai berikut :

  1. Berkembangnya ilmu pengetahun dan teknologi modern di Eropa, sehingga ditemukan kapal uap, kompas, navigasi, peralatan kapal dan mesin yang mempermudah pelayaran. Penemuan tersebut dapat menggantikan alat transportasi dan petunjuk arah pelayaran yang sifatnya tradisioonal. Maka kegiatan pelayaran tidak tergantung pada alam, baik arah angin untuk menggerakkan kapal layar maupun rasi bintang bisuk sebagai petunjuk arah pelayaran.
  2. Setelah bangsa Turki Usmani dapat menguasai Konstatinopel pada tahun 1453 masehi, maka para pedagang bangsa Eropa dilarang berdagang dilaut tengah. Sehingga bangsa-bangsa Eropa sulit memperoleh rempah-rempah.
  3. Bangsa-bangsa Eropa ingin membalas kekalahannya pada orang-orang Islam, terutama terhadap bangsa Turki, sehingga timbul semangat untuk melanjutkan Perang Salib kedunia timur ( negara-negara dikawasan benua Asia ).
  4. Kisah perjalanan Marcopollo seorang musafir dari Venesia, Italia, yang berhasil mengunjungi India, Indonesia dan China. Maka memberikan inspirasi bangi bangsa Eropa mencari jalan kedunia timur.
  5. Ajaran Copernicus yang menyetakan bahwa bentuk bumi itu bulat.
  6. Terdorong  oleh semangat semboyan imperialisme kuno, yaitu :
    1. Gold adalah keinginan untuk mencari kekayaan.
    2. Glory adalah Keinginan untuk memperoleh kejayaan.
    3. Gospel adalah keinginan untuk menyebarkan agama Nasrani.

Faktor-faktor tersebut diatas mendorong bangsa-bangsa Eropa mengadakan penjelajahan samudra guna mencari jalan ke negara-negara penghasil rempah-rempah. Penjelajahan samudra tersebut pertama kali dipelopori oleh bangsa Portugis dan Spanyol. Setelah bangsa Portugis dan Spanyol berhasil menemukan jalan ke negara-negara di benua Asia dan Afrika, maka diikuti oleh bangsa-bangsa Eropa yang lain.

  1. Penjelajahan samudra bangsa Portugis

Bangsa Portugis mengadakan penjelajahan samudra dimulai sejak tahun 1450 masehi. Tokoh-tokoh penjelajahan samudra bangsa Portugis antara lain :

  1. Bartholomeus Diaz (1450 -1500 masehi )
  2. Vasco da Gama (1469 -1524 masehi )
  3. Alfonso d’Albuquerque (1453-1515 masehi )

Rute pejelajahan samudra yang ditempuh oleh bangsa Portugis dimulai dari kota Lisabon (1486 dan 1497 ), menyusuri pantai barat Afrika, semenanjung Harapan, pantai timur Afrika berlayar kearah timur menuju ke Calicut (India) pada tahun 1498 masehi. Di India Vasco da Gama mendirikan kantor dagang. Kemudian pada tahun 1511 Alfonso d’Albuquerque yang menggantikan Vasco da Gama berhasil menguasai selat Malaka. Setelah menguasai Malaka, bangsa Portugis melanjutkan pelayarannya kearah timur menuju Indonesia. Pada tahun 1512 masehi berhasil menanamkan pengaruhnya di Maluku.

 
   
                                                         PETA PENJELAJAHAN SAMUDRA
  1. Penjelajahan samudra bangsa Spanyol

Mulai tahun 1451 masehi atas perintah Ratu Isabella bangsa Spanyol mengadakan penjelajahan samudra. Tokoh-tokoh penjelajahan samudra bangsa Spanyol sebagai berikut :

  1. Christophorus Columbus (1451-1506)
  2. Ferdinand Magelhaens (1480-1521)
  3. Juan Sebastian del Cano (1480-1522)

Rute penjelajahan samudra Christophorus Columbus dimulai dari kota Lisbon berlayar kearah barat menyeberangi samudra Atlantik. Pada tahun 1492 berhasil menemukan benua Amerika. Pada tahun 1519 dilanjutkan Ferdinand Magelhaens dan Juan Sebastian del Cano dengan menempuh rute yang pernah dilalui oleh Christophorus Columbus. Pada tahun 1521 sampai dikepulauan Massava (sekarang Filipina). Setelah Ferdinand Magelhaens meninggal, pelayaran dilanjutkan oleh Juan Sebastian del Cano dari Filipina menuju arah selatan, maka sampailah dikepulauan Maluku tahun 1522 masehi.

         PORTUGIS DI MALAKA            PORTUGIS DI MALUKU                      SPANYOL DI FILIPINA

           
           

Dengan demikian di Maluku terjadi persaingan dagang antara bangsa Portugis dengan bangsa Spanyol. Untuk menghindari persaingan tersebut maka pada tahun 1528 masehi dikota  Saragosa (Spanyol) diadakan perjanjian. Isi perjanjian tersebut bahwa Portugis tetap melanjutkan perdagangannya di Maluku. Sedangkan Spanyol melanjutkan kegiatan dagangnnya di kepulauan Massava di Filipina.

  1. Penjelajahan samudra bangsa Belanda            BELANDA PADA TAHUN 1596 MENDARAT DI BANTEN

Pada tahun 1580 Spanyol melarang orang-orang Belanda membeli rempah-rempah di pelabuhan Lisabon. Karena dirugikan oleh Spanyol, maka orang-orang Belanda melakukan penjelajahan untuk mencari jalan kepusat penghasil rempah-rempah. Tokoh-tokoh penjelajahan samudra bangsa Belanda antara lain :

  1. Barents (1594 masehi)
  2. Cornelis de Houtman (1595 masehi)

Rute penjelajahan samudra bangsa Belanda dimulai pada tahun 1594, dipelopori oleh Barents yang berlayar kearah kutub utara dan menemukan pulau Novaya Zemlya. Kemudian pada tahun 1595 masehi dilanjutkan oleh Cornelis de Houtman,

   TAHUN 1596 DAN 1598 BELANDA MENDARAT DI BANTEN             PETA RUTE PENJELAJAHAN SAMUDRA

                                     DAN MALUKU

       
     
   
 

menempuh jalur pelayaran bangsa Portugis. Setelah melewati semenanjung Harapan, samudra Hindia dan selat Malaka, rombongan Cornelis de Houtman sampai di pelabuhan Banten pada tahun 1596 masehi. Dari Banten Cornelis de Houtman melanjutkan pelayarannya kearah Indonesia bagian timur, untuk memperoleh rempah-rempah. Mereka singgah di Madura, Bali, kemudian berlayar kearah utara sehingga sampai di kepulauan Maluku pada tahun 1598 masehi.

C. DE HOUTMAN

  1. 2.    Cara-cara yang digunakan oleh bangsa Eropa untuk mencapai tujuan.

Melalui penjelajahan samudra maka sejak tahun 1511 sampai tahun 1598 masehi bangsa-bangsa Eropa datang ke Indonesia. Adapun bangsa-bangsa Eropa yang datang ke Indonesia adalah Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris. Mereka datang ke Indonesia dengan tujuan sebagai berikut :

a.   Mencari kekayaan atau gold yaitu dengan cara berdagang, mencari rempah-rempah, menanamkan modal. Sehingga di negara-negara Asia dan Afrika berdiri perusahaan-perusahaan swasta milik bangsa-bangsa Eropa.

b.   Mencari kejayaan atau glory yaitu dengan cara menguasai  negara-negara dibenua Asia dan Afrika.

c.   Menyebarkan agama Nasrani atau gospel ke negara-negara di Asia dan Afrika, serta melanjutkan perang Salib terhadap orang-orang Islam.

Agar tujuan tersebut diatas dapat tercapai, maka bangsa-bangsa Eropa melakukan upaya-upaya sebagai berikut :

  1. Melaksanakan politik monopoli dagang di Indonesia, dengan maksud agar bangsa-bangsa Eropa dapat menguasai serta mengendalikan kegiatan ekonomi dan perdagangan di Indonesia. Untuk itu maka bangsa-bangsa Eropa membentuk kongsi atau perusahaan perdagangan. Contohnya adalah Verenigde oost Indische Copagnie (VOC) merupakan kongsi dagang milik orang-orang Belanda.
  2. Melaksanakan politik Devide Et Impera atau politik adu domba. Untuk menguasai wilayah Indonesia maka bangsa-bangsa Eropa mengadu domba rakyat Indonesia. Contoh pemerintah VOC Belanda mengadu domba Sultan Ageng Tirtaya dari kerajaan Banten dengan putranya yaitu Sultan Haji.
  3. MengEropakan bangsa Indonesia, maksudnya kondisi politik, ekonomi, sosial dan budaya yang ada di Indonesia diganti seperti kondisi yang ada di negara-negara Eropa. Contohnya kota Jakarta pada masa pemerintahan VOC Belanda diganti menjadi Batavia, karena di Belanda ada negara bagian yang namanya Republik Batav.
  4. Di Indonesia bangsa-bangsa Eropa membentuk pemerintah jajahan atau kolonial. Dengan tujuan agar dapat mengendalikan seluruh kegiatannya di Indonesia. Disamping itu juga membangun kekuatan militer untuk mempertahankan kekuasaannya di Indonesia. Contohnya adalah “ Pemerintahan VOC Belanda yang dipimpin oleh Gubernur Jendral.”

5.   Pemerintahan Kolonial Eropa di Indonesia.

Untuk memperkuat kedudukannya di Indonesia, maka bangsa-bangsa Eropa membentuk pemerintahan dan kekuatan militer. Hal ini dilakukan setelah bangsa-bangsa Eropa berhasil mengadu domba dan memecah belah persatuan bangsa Indonesia. Maka kekuasaan raja-raja yang ada di Indonesia secara bertahap dapat dihancurkan oleh bangsa-bangsa Eropa. Kemudian diganti dengan kekuasaan baru yang dikendalikan oleh bangsa-bangsa Eropa sendiri. Dengan demikian seluruh kegiatan, khususnya dibidang ekonomi banyak memberi keuntungan bagi bangsa-bangsa Eropa. Karena pemerintahan di Indonesia dipegang dan dikendalikan oleh bangsa-bangsa Eropa maka dikenal dengan sebutan “ Pemerintah Kolonial Eropa” atau “Pemerintahn Jajahan.”

Adapun pemerintah kolonial Eropa yang ada di Indonesia adalah sebagai beriku:

JAN PIETER JOHN COEN

  1. Pemerintah VOC Belanda

Pemerintahan Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) Belanda dibentuk pada tanggal 31 Desember 1602 oleh para pedagang-pedagang Belanda. Maka sejak tahun 1602 Indonesia diperintah oleh perusahaan dagang swasta Belanda yaitu VOC. Untuk mengendalikan jalannya pemerintahan VOC mengangkat seorang gubernur jendral eperti Jacob van Nesk dan Jan Pieter Jhon Coen, sebagai pemimpin pemerintahan. Selain itu VOC juga memiliki tentara yang disebut tentara kompeni  Bertugas mengawasi jalannya monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku, dengan pelayaran Hongi. Pusat pemerintahannya dikota Batavia, sekarang menjadi kota Jakarta.

Pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan karena mengalami kebangkrutan. Kemudian pemerintahan VOC di Indonesia secara resmi diambil alih oleh pemerintah Belanda. Selanjutnya untuk melaksanakan pemerintahan di Indonesia, pemerintah Belanda membentuk Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

  1. Pemerintah Kolonial Hindia Belanda

Pemerintah Kolonial Hindia Belanda merupakan pemerintahan resmi yang menggantikan Pemerintahan VOC Belanda di Indonesia. Kemudian pemerintah Belanda mengangkat gubernur jendral untuk memimpin jalannya pemerintahan di Indonesia. Adapun gubernur jendral pemerintah kolonial Hindia Belanda yang melaksanakan kebijakan politik kolonialnya di Indonesia, antara lain :

 
   

JALAN RAYA ANYER PANARUKAN DIBANGUN PADA MASA DAENDELS

 

 

Masa Penjajahan Belanda dan Inggris

Kebijakan Pemerintah Kolonial di Indonesia pada Abad ke-19 dan Abad ke-20

 Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda 

 1. Masa Pemerintahan Herman W. Daendels (1808-1811)

 2. Penjajahan Inggris di Indonesia (1811-1816) 

Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda

Situasi di Eropa membawa perubahan pemerinahan di Belanda. Pada tahun 1795 tentara Perancis menyerbu Belanda sehingga pangeran Willem V melarikan diri ke Inggris. Kerajaan Belanda (Holand)selanjutnya dipimpin oleh Louis Napoleon, adik Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis. Louis Napoleon kemudian mengangkat Gubernur Jenderal untuk memerintah daerah kononial Hindia Belanda bernama Herman Willem Daendels. 

Hindia-Belanda (Bahasa Belanda: Nederlands-Indië) adalah sebuah wilayah koloni Belanda yang diakui secara hukum de jure dan de facto. Kepala negara Hindia-Belanda adalah Ratu/Raja Belanda dengan perwakilannya yang berkuasa penuh seorang Gubernur-Jendral

 VOC di Indonesia1603 sampai dengan 1800. – Nationalisasi VOC 1 Januari 1800. – Pendudukan Jepang 9 Maret 1942. – Penyerahan kedaulatan kepada RIS27 Desember 1949

1.Masa Pemerintahan Herman W. Daendels (1808-1811)

Pada masa Daendels berkuasa, Prancis bermusuhan dengan Inggris dalam perang koalisi di Eropa. Maka tugas utama Dandels di Hindia Belanda adalah mempertahankan pulau Jawa dari serangan pasukan Inggris. 

Bidang Birokrasi Pemerintahan

a)Pusat pemerintahan (Weltervreden) dipindahkan agak masuk ke pedalaman.

b)Dewan Hindia Belanda sebagai dewan legislatif pendamping gubernur jendral dibubarkan dan diganti dengan Dewan Penasihat.

c)Membentuk Sekretariat Negara (Algemene Secretarie)

d)Pulau jawa dibagi menjadi 9 prefektuur dan 31 kabupaten.

e)Para bupati dijadikan pegawai pemerintahan. 

Bidang Hukum dan Peradilan

a)Dalam bidang hukum Dandels membentuk 3 jenis pengadilan yaitu sebagai berikut. a)Pengadilan untuk orang Eropa. b)Pengadilan untuk orang pribumi. c)Pengadilan untuk orang Timur Asing. b)Pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu termasuk terhadap bangsa Eropa. Tetapi ia sendiri malah melakukan korupsi besar-besaran dalam kasus penjualan tanah kepada pihak swasta. 

Bidang Militer dan Pertahanan

a)Membangun jalan antara Anyer-Panarukan, baik sebagai lalulintas pertahanan maupun perekonomian.

  b)Menambah jumlah angkatan perang dari 3000 orang menjadi 20.000 orang.

  c)Membangun pabrik senjata di Gresik dan Semarang.d)Membangun pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon dan Surabaya.

e)Membangun benteng-benteng pertahanan. f)Meningkatkan kesejahteraan prajurit. 

Bidang Ekonomi dan Keuangan

a)Membentuk Dewan Pengawas Keuangan Negara (Algemene Rekenkaer) dan dilakukan pemberantasan korupsi dengan keras.b)Mengeluarkan uang kertas.

c)Memperbaiki gaji pegawai.

d)Pajak in natura (contingenten) dan sistem penyerahan wajib (verplichte leverantie) yang diterapkan pada zaman VOC tetap dilanjutkan, bahkan diperberat.

e)Mengadakan monopoli perdagangan beras.

f)Mengadakan pinjaman paksa kepada orang-orang yang dianggap mampu. Bagi yang menolak pinjaman bisa dikenakan hukuman.g)Penjualan tanah kepada pihak swasta, seperti di daerah sekitar Batavia dan beberapa daerah di Jawa Tengah dan di Jawa Timur.h)Mengadakan Preanger Stelsel, yaitu kewajiban bagi rakyat Priangan dan sekitarnya untuk menanam tanaman ekspor (kopi). 

Bidang Ekonomi dan Keuangan

a)Membentuk Dewan Pengawas Keuangan Negara (Algemene Rekenkaer) dan dilakukan pemberantasan korupsi dengan keras.b)Mengeluarkan uang kertas.

c)Memperbaiki gaji pegawai.

d)Pajak in natura (contingenten) dan sistem penyerahan wajib (verplichte leverantie) yang diterapkan pada zaman VOC tetap dilanjutkan, bahkan diperberat.

e)Mengadakan monopoli perdagangan beras.

f)Mengadakan pinjaman paksa kepada orang-orang yang dianggap mampu. Bagi yang menolak pinjaman bisa dikenakan hukuman.g)Penjualan tanah kepada pihak swasta, seperti di daerah sekitar Batavia dan beberapa daerah di Jawa Tengah dan di Jawa Timur.h)Mengadakan Preanger Stelsel, yaitu kewajiban bagi rakyat Priangan dan sekitarnya untuk menanam tanaman ekspor (kopi). 

Bidang Sosial

a)Rakyat dipaksa untuk melakukan kerja rodi untuk membangun jalan Anyer-Panarukan.

b)Perbudakan dibiarkan berkembang.

c)Menghapus upacara penghormatan kepada residen, sunan, atau sultan.

d)Membuat jaringan pos distrik dengan menggunakan kuda pos. 

2. Masa Pemerintahan Thomas Stamfort Raffles (1811-1816)

nPada tahun 1811 pimpinan Inggris di India yaitu Lord Muito memerintahkan Thomas Stamford Raffles yang berkedudukan di Penang (Malaya) untuk menguasai Pulau Jawa. Dengan mengerahkan 60 kapal, Inggris berhasil menduduki Batavia pada tanggal 26 Agustus 1811 dan pada tanggal 18 September 1811 Belanda menyerah melalui Kapitulasi Tuntang.  

3. Penjajahan Inggris di Indonesia 1811-1816

Kebijakan Pemerintahan Thomas Stamford Raffles 1) Bidang Birokrasi Pemerintahan 2) Bidang Ekonomi dan   Keuangan 3) Bidang Hukum 4) Bidang Sosial 5) Bidang Ilmu Pengetahuan b. Berakhirnya Kekuasaan Thomas Stamford Raffles

1. Bidang Birokrasi Pemerintahan

Langkah-langkah Raffles pada bidang pemerintahan sebagai     berikut. vPulau Jawa dibagi menjadi 16 keresidenan (sistem keresidenan ini berlangsung sampai tahun 1964). vMengubah sistem pemerintahan yang semula dilakukan oleh penguasa pribumi menjadi sistem pemerintahan kolonial yang bercorak Barat. vBupati-bupati atau penguasa-penguasa pribumi dilepaskan kedudukannya yang mereka peroleh secara turun-temurun.  

2) Bidang Ekonomi dan Keuangan

Petani diberikan kebebasan  untuk menanam tanaman ekspor, sedang pemerintah hanya berkewajiban membuat pasar untuk merangsang petani menanam tanaman ekspor yang paling menguntungkan. Penghapusan pajak hasil bumi (contingenten) dan sistem penyerahan wajib (verplichte leverantie) yang sudah diterapkan sejak zaman VOC. Menetapkan sistem sewa tanah(landrent) yang berdasarkan anggapan pemerintah kolonial. Pemungutan pajak secara perorangan. Mengadakan monopoli garam dan minuman keras.


3) Bidang Hukum

Sistem peradilan yang diterapkan Raffles lebih baik daripada yang dilaksanakan oleh Daendels. Karena Daendels berorientasi pada warna kulit (ras), Raffles lebih berorientasi pada besar kecilnya kesalahan. Badan-badan penegak hukum pada masa Raffles sebagai berikut. Court of Justice, terdapat pada setiap residen. Court of Request, terdapat pada setiap divisiPolice of Magistrate. 

4) Bidang Sosial

Penghapusan kerja rodi (kerja paksa) Penghapusan perbudakan, tetapi dalam praktiknya ia melanggar undang-undangnya sendiri dengan melakukan kegiatan sejenis perbudakan. Peniadaan pynbank (disakiti), yaitu hukuman yang sangat kejam dengan melawan harimau.

5) Bidang Ilmu Pengetahuan

nDitulisnya buku berjudul History of Java di London 1817 dan dibagi dua jilid. nDitulisnya buku berjudul History of the East Indian Archipelago, di Eidenburg 1820 dan dibagi tiga jilid. nRaffles juga aktif mendukung Bataviaach Genootschap, sebuah perkumpulan kebudayaan dan ilmu pengetahuan. nDitemukannya bunga Rafflesia Arnoldi. nDirintisnya Kebun Raya Bogor. 

Proklamasi Kemerdekaan RI

Latar belakang

Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang olehAmerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau “Dokuritsu Junbi Cosakai”, berganti nama menjadi PPKI(Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut jugaDokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasakisehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Indonesian flag raised 17 August 1945.jpg

Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKIditerbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut SaigonVietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus1945Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.

Pada tanggal 12 Agustus 1945Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI.[1] Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.

Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrirmendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan ‘hadiah’ dari Jepang (sic).

Indonesia flag raising witnesses 17 August 1945.jpg

Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepangmasih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.

Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.

Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor BukanfuLaksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.

Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.

[sunting]Peristiwa Rengasdengklok

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: peristiwa Rengasdengklok

Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul SalehSukarni, dan Wikana –yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka –yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945. Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu – buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.

Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda

Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar olehTadashi Maeda dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi izin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokio dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.

Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No.1) diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh SoekarniB.M. Diah, Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. Myoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti “transfer of power”. Bung Hatta, Subardjo, B.M Diah, Sukarni, Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih didengungkan.

Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.[2] Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56[3] (sekarang Jl. Proklamasi no. 1).

[sunting]Detik-detik Pembacaan Naskah Proklamasi

Naskah asli proklamasi yang ditempatkan di Monumen Nasional

Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 – 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno,Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain SoewirjoWilopoGafar PringgodigdoTabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.

Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.[4]. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.

Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.[5]

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.

Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Isi Teks Proklamasi

Naskah Klad

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17-8-05
Wakil-wakil bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Naskah baru setelah mengalami perubahan

Di dalam teks proklamasi terdapat beberapa perubahan yaitu terdapat pada:

  • Kata tempoh diubah menjadi tempo
  • Kata Wakil-wakil bangsa Indonesia diubah menjadi Atas nama bangsa Indonesia
  • Kata Djakarta, 17-8-05 diubah menjadi Djakarta, hari 17 boelan 08 tahun ’05
  • Naskah proklamasi klad yang tidak ditandatangani kemudian menjadi otentik dan ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh.Hatta
  • Kata Hal2 diubah menjadi Hal-hal

Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah:

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.

Naskah Otentik

 

Teks diatas merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.

Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal² jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17-8-’05
Wakil2 bangsa Indonesia.

Cara Penyebaran Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Berkas:Peristiwa Proklamasi dan Pemb NKRI 10.jpg

Gedung Menteng 31 yang digunakan sebagai tempat pemancar radio yang baru

Wilayah Indonesia sangatlah luas. Komunikasi dan transportasi sekitar tahun 1945 masih sangat terbatas. Di samping itu, hambatan dan larangan untuk menyebarkan berita proklamasi oleh pasukan Jepang di Indonesia, merupakan sejumlah faktor yang menyebabkan berita proklamasi mengalami keterlambatan di sejumlah daerah, terutama di luar Jawa. Namun dengan penuh tekad dan semangat berjuang, pada akhirnya peristiwa proklamasi diketahui oleh segenap rakyat Indonesia. Lebih jelasnya ikuti pembahasan di bawah ini. Penyebaran proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 di daerah Jakartadapat dilakukan secara cepat dan segera menyebar secara luas. Pada hari itu juga, teks proklamasi telah sampai di tangan Kepala Bagian Radio dari Kantor Domei (sekarang Kantor Berita ANTARA), Waidan B. Palenewen. Ia menerima teks proklamasi dari seorang wartawan Domei yang bernama Syahruddin. Kemudian ia memerintahkan F. Wuz (seorang markonis), supaya berita proklamasi disiarkan tiga kali berturut-turut. Baru dua kali F. Wuz melaksanakan tugasnya, masuklah orang Jepang ke ruangan radio sambil marah-marah, sebab mengetahui berita proklamasi telah tersiar ke luar melalui udara.

Meskipun orang Jepang tersebut memerintahkan penghentian siaran berita proklamasi, tetapi Waidan Palenewen tetap meminta F. Wuz untuk terus menyiarkan. Berita proklamasi kemerdekaan diulangi setiap setengah jam sampai pukul 16.00 saat siaran berhenti. Akibat dari penyiaran tersebut, pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita dan menyatakan sebagai kekeliruan. Pada tanggal 20 Agustus 1945 pemancar tersebut disegel oleh Jepang dan para pegawainya dilarang masuk. Sekalipun pemancar pada kantor Domei disegel, para pemuda bersama Jusuf Ronodipuro (seorang pembaca berita di Radio Domei) ternyata membuat pemancar baru dengan bantuan teknisi radio, di antaranya Sukarman, Sutamto, Susilahardja, dan Suhandar. Mereka mendirikan pemancar baru di Menteng 31, dengan kode panggilan DJK 1. Dari sinilah selanjutnya berita proklamasi kemerdekaan disiarkan.

Usaha dan perjuangan para pemuda dalam penyebarluasan berita proklamasi juga dilakukan melalui media pers dan surat selebaran. Hampir seluruh harian di Jawa dalam penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi kemerdekaan dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Harian Suara Asia di Surabaya merupakan koran pertama yang memuat berita proklamasi. Beberapa tokoh pemuda yang berjuang melalui media pers antara lain B.M. Diah, Sayuti Melik, dan Sumanang. Proklamasi kemerdekaan juga disebarluaskan kepada rakyat Indonesia melalui pemasangan plakat, poster, maupun coretan pada dinding tembok dan gerbong kereta api, misalnya dengan slogan Respect our Constitution, August 17!(Hormatilah Konstitusi kami tanggal 17 Agustus!) Melalui berbagai cara dan media tersebut, akhirnya berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dapat tersebar luas di wilayah Indonesia dan di luar negeri. Di samping melalui media massa, berita proklamasi juga disebarkan secara langsung oleh para utusan daerah yang menghadiri sidang PPKI. Berikut ini para utusan PPKI yang ikut menyebarkan berita proklamasi.

Peringatan 17 Agustus 1945

Setiap tahun pada tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan ini dengan meriah. Mulai dari lomba panjat pinanglomba makan kerupuk, sampai upacara militer di Istana Merdeka, seluruh bagian dari masyarakat ikut berpartisipasi dengan cara masing-masing.

Lomba-lomba tradisional

Perlombaan yang seringkali menghiasi dan meramaikan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI diadakan di kampung-kampung/ pedesaan diikuti oleh warga setempat dan dikoordinir oleh pengurus kampung/ pemuda desa

Peringatan Detik-detik Proklamasi

Peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka dipimpin oleh Presiden RI selaku Inspektur Upacara. Peringatan ini biasanya disiarkan secara langsung oleh seluruh stasiun televisi. Acara-acara pada pagi hari termasuk: penembakan meriam dan sirene, pengibaran benderaSang Saka Merah Putih (Bendera Pusaka), pembacaan naskah Proklamasi, dll. Pada sore hari terdapat acara penurunan bendera Sang Saka Merah Putih.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_kemerdekaan_Indonesia

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s